Sarbumusi Kabupaten Pati Kembali Bangkit
Sarbumusi Kabupaten Pati Kembali Bangkit

Deklarasi Kebangkitan Sarbumusi Pati

ReadPos – Pati, Kabar baik datang kepada serikat buruh yang ada di kabupaten Pati, Jawa Tengah. Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati kembali hadir di tengah-tengah para buruh. Setelah keberadaannya yang lumayan lama menghilang, kini dapat kembali hadir untuk menemani perjuangan para buruh, khususnya buruh muslim.

Organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), atau bisa disebut sebagai badan otonom (Banom) dari organisasi NU satu ini, sudah lama diberangus sejak masa Orde Baru. Tetapi angin segar berhembus ketika Reformasi, dengan hadirnya Sarbumusi yang kembali bangkit untuk terus mengawal dan memperjuangkan para buruh supaya bisa terpenuhi semua haknya.

Husaini selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarbumusi Kabupaten Pati, mengatakan bahwa, di Bumi Mina Tani kehadiran Sarbumusi sebenarnya sudah ada sejak lama. Belaiu juga menambahkan bahwa basis Sarbusmusi dulu terletak di Pati bagian utara. Akan tetapi, ketika masa orde baru, keberadaan Sarbumusi yang dianggap menjadi ancaman, dinilai layak untuk harus diberangus.

“Kemudian pada masa reformasi, Sarbumusi hadir kembali dan bangkit untuk terus memperjuangan hak dari para buruh yang ada. Bahkan untuk di Pati sendiri, kebangkitan yang dimulai hari ini menjadi titik awal untuk Sarbumusi siap memperjuangkan hak para buruh.

“Hari ini, kami mendeklarasikan diri bahwa Sarbumi Pati kembali bangkit, kembali mememani perjuangan para buruh yang ada,” katanya usai deklarasi Sarbumusi di Gedung PCNU Pati, Kamis (28/10/2021).

Dia menambahkan, bertepatan dengan momen sumpah pemuda ini, setidaknya bisa menjadi pembakar semangat bagi pengurus Sarbumusi Pati untuk terus memperluas basis anggota yang sudah ada. Apalagi yang tergabung tidak hanya buruh dari sektor formal, tetapi juga informal.

BACA JUGA  Hindari Pergaulan Bebas di Era Digitalisasi, Kasihumas Polresta Pati Berikan Penyuluhan di SMPN 2 Batangan

“Yang sektor formal jelas berasala dari para buruh yang ada di perusahaan. Kemudian untuk sektor informal ini Sarbumusi akan mengakomodir para petani, nelayan, dan yang lain sebagainya,” imbuh Husaini.

Dia juga mengakui bahwa, dari advokasi yang telah dilakuakn, sebanyak 80 persen buruh di Bumi Mina Tani ini adalah warga NU. Ini merupakan basis besar yang harus masuk menjadi perhatian Sarbumusi. Sebab, pergerakan organisasi ini berada di bawah naungan NU dan harus bisa berkontribusi untuk kemaslahatan NU.

“Karena itu, sebenarnya kami bukanlah organisasi yang baru saja lahir, basis kami juga banyak dari warga Nahdliyin. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk kembali membesarkan Sarbumusi Pati,” tutupnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *